Woww Jalan Kaki 14 Hari Sragen-Jakarta, Ibu Sule Tuntaskan Nazar Ketemu Presiden Jokowi
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Seorang penjual susu
kedelai asal Sragen, Jawa Tengah, Sri Wahyuni (46) atau yang akrab
disapa Sule, akhirnya menuntaskan nazarnya bertemu Presiden Joko Widodo
setelah berjalan kaki dari Sragen ke Jakarta.
Sri Wahyuni bertemu Presiden Jokowi di ruang VVIP Lanud Halim
Perdanakusuma, Jakarta Timur, sebelum presiden bertolak ke Beijing,
Tiongkok, Sabtu (13/5/2017).
Total sudah 22 hari sejak keberangkatannya dari Sragen pada 21 April lalu hingga bisa bertemu Presiden Jokowi.
Kerap kali menginap di kantor polisi dalam perjalanan nazarnya, Sri
Wahyuni mendatangi Gedung Sekretariat Negara untuk bisa menyampaikan
surat berisi niatnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Aksinya berjalan kaki itu merupakan nazarnya jika Presiden Jokowi menang dalam pemilihan presiden (Pilpres) 2014 lalu. Suasana pertemuan antara Sri Wahyuni (46) atau yang akrab
disapa Sule dengan Presiden Jokowi di ruang VVIP Lanud Halim
Perdanakusuma, Jakarta Timur, Sabtu (13/5/2017). (Kompas.com)
Dalam kesempatan pertemuan yang tak lebih dari lima menit
tersebut, Sri Wahyuni memberikan hadiah berupa ayam jago kesayangannya
beserta susu kedelai untuk Presiden Jokowi.
Sementara itu, Presiden Jokowi tidak banyak berkata-kata saat ditemui oleh Sri Wahyuni.
Presiden Jokowi lantas memberi tanda tangan pada barang-barang yang
dibawa oleh Sri Wahyuni, di antaranya pada empat buah buku harian dan
sebuah kaus, sesuai dengan permintaan Sri Wahyuni.
Selengkapnya, termasuk cerita Sri Wahyuni, simak dalam tayangan video di atas. (*)
Islam merupakan Agama yang suci,agama yang melarang sesuatu hal yang mendatang mudharat pada diri sendri dan juga agama yang sangat tegas atas perilaku kejahatan. Dalam Islam Allah SWT sangat membeci apabila ummatnya tidak mensyukuri apa yang telah ia berikan,Allah menciptakan sesuatu hal penuh dengan makna,contohnya Allah menciptakan mulut disertai dengan gigi guna mulut untuk berbicara dan makan,guna gigi untuk mengunyah makanan yang telah di berikan oleh Allah.Tapi kenapa di era yang canggih/modern ini para remaja bahkan yang tua pun berlomba lomba memasang behel/kawat gigi dengan dalih untuk merapikan gigi,itu berarti sama halnya tidak mensyukuri nikmat yang telah di berikan olehNYA. Kita manusia ciptaan Allah setiap saat harus mensyukuri apa yang telah di berikan NYA karena semua itu mempunyai manfaat tersendiri,setiap manusia mempunyai kelebihan dan kekurangannya,untung saja kita masih gigi yang kurang rapi coba bayangkan sodara sodara kita yang t...
Banyak orang yang takut jika mendengar kata diabetes apalagi jika sampai divonis menderita diabetes mellitus. Setelah searching ke beberapa social media tentang testimoni hingga kesaksian orang yang berhasil sembuh dari diabetes, kami menemukan satu testimoni pengobatan alternatif untuk mengatasi diabetes menggunakan Biji Alpukat. Berikut Kutipan dari Status FB Sonny Sumarsono. Ketika saya sakit dan diopname selama 5 hari di RS Paru-paru Jember, saya diberi tahu oleh perawat ruma sakit tersebut bahwa obat herbal biji alpukat dapat menyembuhkan penyakit Diabetes Mellitus. Ketika saya pulang dan berobat rawat jalan saya teringat pesan perawat tersebut (mbak dian). Awalnya saya tidak percaya, tetapi setelah membaca dari berbagai referensi saya yakin bahwa biji alpokat dapat menyembuhkan penyakit diabetes. Dan saya minum sari biji alpokat setiap pagi dan sore. Saat ini kondisi gula dara saya sudah normal antara 150 s/d 190. Penyakit paru-paru saya sudah sembuh. Berat badan saya ket...
Cita cita memang harus diraih. Meski terlalu besar dan tinggi, mimpi harus tetap terus dikejar. Ada banyak orang yang jatuh-bangun mengejar mimpi-mimpinya. Namun, berkat kerja keras, kesabaran, dan juga kegigihan, mereka akhirnya dapat sukses dan mewujudkan mimpinya itu. Seperti yang dialami mahasiswi tangguh asal Manado, Sulawesi Utara ini. Namanya Brenda Trivena Grace Salea. Kehidupan yang sulit membuatnya harus bekerja keras untuk membiayai kuliahnya. Meski berparas cantik, Brenda tak pernah gengsi untuk menerima pekerjaan apa saja. Termasuk menjadi supir angkot. Tahun 2016 lalu, dilansir dari salah satu media nasional, dia berkuliah di Akademi Manajemen Informatika Komputer (AMIK)-Sekolah Tinggi Manajemen Informatika Komputer (STMIK) Manado, semester 7. Anak kedua dari tiga bersaudara ini dikenal supel dan pintar di kampusnya. Namun, di kampung halamannya, Likupang, Minahasa Utara, Brenda justru dikenal sebagai sosok yang lain. Ternyata, Brenda merupakan supir ang...